LITERASI DIGITAL

4.PILAR LITERASI DIGITAL




1. Digital Skills

   Kemampuan tenaga pendidik untuk melakukan dan menyelesaikan pekerjaan dengan memanfaatkan perangkat digital seperti membuat modul ajar menggunakan aplikasi Canva, membuat video belajar dengan aplikasi Capcut, dan menginput penilaian di platform penilaian e-raport.

   Tentunya masih banyak beragam pemanfaatan digital lainnya yang membantu tugas guru agar lebih efektif dan efisien.

 Dengan keahlian pemanfaatan teknologi digital nantinya para tenaga pendidik akan mempermudah pekerjaan yang awalnya rumit, mempercepat proses pekerjaan, dan efisiensi biaya dan waktu.

  Generasi muda saat ini haus akan konten. Seakan berharap bahwa perlu influencer datang dari Guru. Saat ini peran guru bukan hanya mengajar namun dituntut menghadirkan hal kreatif layak seorang content creator atau bahkan Youtuber.

  Penguasaan beberapa platform digital akan sangat membantu dalam guru berkreasi dan berinovasi dalam menjalakan kegiatan belajar-mengajar di era baru.




2. Digital Culture

  Budaya bermedia digital atau beradaptasi dengan perkembangan digital. Seperti apa yang dikatakan mas menteri Nadiem Makarim bahwa teknologi itu perannya membantu, tentunya dengan perlahan mengadopsi aktifitas digital akan menghadirkan efisiensi kegiatan aktivitas sekolah.

  Diperlukan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal dalam kehidupan sehari-hari dalam adaptasi digital..

    Contoh sederhana dan mudah dalam kegiatan digital culture satuan Absensi digital sehingga perhitungan dan rekapitulasi lebih mudah

  1. Chating grup dengan aplikasi pesan instant. Wali kelas membuat group whatsapp merupakan salah satu digital culture yang mudah diterapkan dan memiliki hasil yang efisien dalam kordinasi kebutuhan di sekolah.
  2. Broadcast Pengumuman juga dengan mudah diterapkan dalam lingkungan sekolah. Selain bisa menggunakan aplikasi chatting seperti Whatsapp. Sekolah juga bisa membuat fanpage Facebook sekolah.
  3. Untuk menyasar seluruh user sekolah seperti guru, siswa, dan orang tua Pijar Sekolah memiliki fitur pengumuman semua user8nerapan sederhana dan mudah digital culture di dalam satuan pendidikan.



3. Digital Ethics

   Bijak bermedia sosial dan memahami penggunaan layanan digital. Diperlukan kemampuan dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari.

6 hal yang perlu dijaga dalam bermedia sosial.

  1. Jaga informasi yang bersifat pribadi.
  2. Jaga etika berkomunikasi.
  3. Jaga kebijakan memilih teman medsos.
  4. Jaga kebijakan dalam memposting.
  5. Jaga karya seseorang dengan melampirkan sumber postingan.
  6. Jaga kewaspadaan jangan mudah tergiur



4. Digital Safety


  Identitas digital user digital (guru dan siswa)  merupakan privasi yang sama pentingnya dengan data pribadi secara konvensional. Konten yang guru buat juga merupakan sebuah karya yang memiliki nilai.

   Diperlukan kemampuan setiap ekosistem sekolah termasuk guru dan siswa dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, menimbang, mengingatkan kesadaran pelindungan data pribadi dan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.

  Hal yang kecil perlu dilakukan dalam dunia pembelajaran digital adalah dengan mengubah password berkala akun-akun layanan digital Anda. Verifikasi dua langkah email pribadi Anda dengan nomor telpon dan email cadangan juga merupakan salah satu langkah mitigasi dari serangan cyber yang kita tidak dapat mengukur dampak sosial yang bisa terjadi.

     Tentu masih banyak lagi hal yang perlu diperhatikand alam pengamanan berselencar di ruang digital.

Popular posts from this blog